TATA CARA UMROH – PENJELASAN DAN URAIAN SINGKAT

Diposting pada

Tata langkah umroh adalah kronologis ritual yang wajib anda pelajari dan fahami sebelum akan anda mengerjakan ibadah umroh.

Umroh sebagaimana yang sudah diketahui bersama merupakan keliru satu kegiatan ibadah yang disunnahkan apalagi sanggup jadi bagi tiap tiap muslim dan muslimah yang sudah punya kekuatan untuk melakukannya.

Kemampuan disini maksudnya adalah kekuatan secara materiil (memiliki kekuatan membiayai perjalanan tanpa berhutang) maupun kekuatan non-materiil (sehat jasmani dan rohani).

Ia merupakan kronologis ibadah yang sudah ditetapkan tata caranya dalam syariat islam yang cuma sanggup dilaksanakan di tempat Masjidil Haram saja bersama ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan.

Tata Cara Umroh Meliputi 4 Hal Yaitu:
• Ihrom
• Tawaf
• Sa’i
• Tahallul
• Tertib
Tidak layaknya ibadah haji, umroh ini adalah ibadah yang sanggup dilaksanakan kapan saja, jikalau pada hari Arofah yaitu pada tanggal 9 Zulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah.

Rangkaian Tata Cara Umroh
Untuk sadar lebih jauh tentang tata langkah umroh ini, mari kami pelajari dan fahami satu persatu berasal dari kelima kronologis prosesi yang sudah saya sebutkan diatas:

1. Ihrom
Salah satu kronologis tata langkah umroh yang pertama yang wajib dilaksanakan adalah ihram. Secara harfiah artinya “melarang” atau “mencegah”, dikarenakan kegiatan ihram ini melarang seseorang yang tengah jalankan ibadah umroh jalankan segala tingkah laku yang sudah diatur dan ditetapkan dalam pengetahuan fiqih.

Seperti berburu, memakai minyak wangi, mengucapkan kalimat kotor dan keji, bersenggama dan lain sebagainya yang dilarang sepanjang ihram.
Sedangkan menurut hukum fiqih, ihram adalah pengakuan mengawali jalankan ibadah umroh bersama mengenakan busana ihram dan disertai bersama kemauan umroh di miqot (batasan tempat yang sudah ditetapkan).

Hal-hal Yang Dilarang Dilakukan Ketika Ihram :
• Bersenang-senang dan terjalin suami istri (Jima’)
• Bercumbu disertai syahwat
• Memakai busana berjahit (bagi laki-laki)
• Menutup kepala bersama kain ihrom, sorban, peci, dsb (bagi laki-laki)
• Menutup muka (bagi perempuan)
• Memakai minyak wangi (termasuk minyak rambut)
• Mencukur rambut dan memotong kuku
• Melaksanakan akad nikah
• Membunuh dan berburu binatang

2. Tawaf
Tawaf adalah ritual ke-2 berasal dari kronologis tata langkah umroh yang wajib dilaksanakan oleh jamaah sehingga ibadah umrohnya sah. Secara harfiah tawaf artinya “berkeliling”. Menurut istilah dalam pengetahuan fiqih tawaf adalah melingkari Ka’bah sebanyak 7 kali putaran bersama tata langkah yang sudah diatur dalam pengetahuan fiqih.

Tawaf diawali berasal dari Hajar Aswad tepat disisi sebelah kanan terkandung lampu berwarna hijau sebagai batas tanda dimulainya tawaf. Setelah siap bersama muka menghadap ke Ka’bah sambil melambaikan tangan selanjutnya mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar”.

Syarat-syarat Sah Tawaf :

• Suci berasal dari hadas besar dan kecil serta najis
• Menutup aurat layaknya pada sholat
• Dilaksanakan di dalam Masjidil Harom, jikalau penuh, boleh di lantai atas.
• Melengkapi 7 putaran
• Putaran diawali dan diakhiri pada Hajar Aswad (ditandai lampu hijau).
• Posisi Ka’bah berada disebelah kiri (berlawanan putaran jarum jam).

Hal-hal Yang Disunnahkan Pada Waktu Tawaf :
• Meletakkan kain ihrom dibawah pundak kanan dan menempatkan sudut lainnya diatas pundak kiri (pundak kanan terbuka)
• Mengusap dan mencium Hajar Aswad, andaikata tidak sanggup cukup memberi tanda bersama mengangkat tangan dan menciumnya pada tiap tiap putaran
• Memperbanyak doa dan pujian. Bacaan doanya bebas, sanggup juga membaca tasbih tahmid dan tahlil. Apabila sampai rukun yamani lebih afdhal membaca doa sapu jagad
• Berjalan cepat pada 3 putaran pertama dan terjadi layaknya biasa pada ke 4 putaran selanjutnya
• Mengusap Rukun Yamani (sudut Ka’bah yang mengarah ke negeri Yaman) dan mencium tangan
• Berputar mendekati Ka’bah (bagi laki-laki)
• Kontinyu pada tiap tiap putaran
• Sholat sunnah dua roka’at sehabis tawaf

Tawaf bagi wanita haid. Jika haidnya sehabis tawaf wajib, maka tidak wajib tawaf wada’ andaikata masih haid, tetapi jikalau haidnya sebelum akan tawaf wajib, maka wanita tersebut wajib selamanya berada di Mekkah menunggu jaman sucinya kemudian jalankan tawaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *