Ini Dia Etika Lari di Track

Diposting pada


Jual Running Track – Ketahui kapan sanggup kenakan jalur terdalam atau sebaliknya. Perkembangan hobi lari di kalangan pelari Indonesia makin  menggembirakan. Banyak yang udah mengetahui pentingnya latihan sehingga menjadi sering berlatih interval atau teknik lari di lintasan (track). Itu tentu saja baik. Akan lebih baik kembali sekiranya Anda mengetahui etika berlari di lintasan sehingga semua pelari berasal dari beragam tingkat pace sama-sama sanggup menikmati manfaatnya secara maksimal. Berikut rangkuman berasal dari beragam sumber.

1/ Track 101
Seperti halnya jalur raya yang punya jalur cepat dan jalur lambat, demikian termasuk lintasan lari. Menurut Yoyo Taryo, pelatih lari, lintasan lari atletik ukuran standar IAAF (International Association of Athletics Federations) punya delapan jalur. Yang terdalam (paling dekat dengan lapangan di tengah) adalah jalur 1, sedangkan yang terluar (paling dekat dengan tribun penonton) adalah jalur 8.

2/ Ketahui angkanya.
Umumnya jarak satu putaran lintasan (bila berlari di jalur 1) adalah 400 meter. Dengan demikian empat kali putaran berjarak 1 mil. Jarak  satu putaran di jalur 8 adalah kira-kira 453 meter. Sedangkan satu lintasan lurus berjarak 100 meter.

3/ Lintasan terdalam untuk pelari cepat.
Jalur 1 ditetapkan sebagai jalur tercepat, sedangkan jalur 8 sebagai jalur terlambat. “Bila Anda sedang latihan kecepatan atau punya pace di atas rata-rata, silahkan manfaatkan jalur 1 – 3. Bila pace Anda termasuk pace rata-rata atau lari tidak sedang serius-serius amat, manfaatkan jalur sedang atau jalur 4 – 5. Butuh jeda jalur kaki (walk breaks) saat lari atau malah sedang jalur kaki? Bergeserlah lebih jauh kembali ke jalur paling luar atau 6 – 8,” saran Yoyo. Etika ini bukan untuk mengintimadasi, melainkan sehingga tidak tersedia pelari yang terganggu. Nyaman, kan, kecuali semua sama-sama enak?

4/ Berlari berlawanan arah jarum jam.
Peraturan tidak tercantum di lintasan adalah lari berlawanan arah jarum jam. Untuk menjauhi tabrakan, sebaiknya Anda mematuhinya. Bila ternyata kaidah yang berlaku adalah sebaliknya (searah jarum jam), sebaiknya patuhi juga.

5/ Lakukan pemanasan di lintasan terluar.
Atau lebih baik lagi, lakukan di luar lintasan, layaknya area segi lengkungan.

Latihan di lintasan mana? Berikut beberapa pilihan:
1/ GOR Rawamangun, Jakarta Timur. Tempat ini memang merupakan area latihan para atlet kita. Terbuka untuk umum tetapi pada waktu-waktu khusus ditutup untuk keperluan latihan para atlet.
2/ GOR Ragunan, Jakarta Selatan. Selain sebagai area penggemblengan para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga, GOR ini termasuk terbuka untuk umum.
3/ Gelanggang Olahraga Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan, Jakarta Selatan. Terbuka untuk umum, tetapi umumnya tutup pada hari libur nasional.
4/ Stadion Universitas Indonesia, Depok.
5/ Lapangan Gasibu, Bandung.
6/ Lapangan Sabuga, Bandung.
7/ Lapangan Saparua, Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *