Durasi pertandingan (sepak bola)

Diposting pada

Yalla Shoot – Durasi pertandingan sepak bola resmi terdiri berasal dari dua periode 45 menit, yang masing-masing dikenal sebagai babak. Tidak seperti sebagian oleh raga bola yang lain, Waktu berlangsung konsisten menerus, yang bermakna bahwa penghitungan saat tidak dihentikan saat bola terlihat berasal dari permainan atau ketika berlangsung pelanggaran. Umumnya tersedia 15 menit istirahat antara dua babak. Akhir pertandingan ini dikenal sebagai full-time. Wasit adalah sumber saat resmi dalam pertandingan, dan mampu memperhitungkan penyisihan saat yang hilang ketika pergantian pemain, perawatan pemain yang terkapar, atau penghentian lainnya.

Tambahan saat terhitung disebut era penghujung (injury time) diterapkan dalam dokumen keputusan FIFA, saat penggantian saat terhitung mampu digunakan sebagai sinonim. Durasi perpanjangan saat adalah kebijaksanaan berasal dari wasit. petugas wasit sendiri memberi tanda akhir pertandingan. Dalam pertandingan resmi di mana terkandung wasit keempat yang ditunjuk, menjelang menit terakhir memberi tambahan berapa menit saat tambahan yang diinformasikan para pemain dan pemirsa dengan mengangkat sebuah papan yang tunjukkan jumlah tambahan menit. Mengisyaratkan durasi terakhir yang mampu diperpanjang secara cocok oleh wasit di lapangan andaikata berlangsung pelanggaran yang mengambil waktu. Permainan sepak bola tidak boleh diakhiri dengan tunjukkan sebuah pelanggaran tanpa tendangan bebas.

Masa penghujung diperkenalkan akibat sebuah insiden yang berlangsung pada tahun 1891 saat pertandingan antara Stoke City dan Aston Villa. Karena terdesak dalam skor 1-0, Stoke mendapat tendangan penalti dengan cuma dua menit yang ditambahkan. Kiper Villa menangkis bola terlihat berasal dari tanah, dan pada saat bola sudah ditendang kembali, 90 menit yang sudah terlewati dan pertandingan berakhir. Undang-undang yang sama terhitung memutuskan bahwa durasi tambahan diperpanjang hingga hukuman tendangan yang terjadi, agar tidak tersedia permainan yang berakhir sebelum akan hukuman atas pelanggaran diambil.

Umumnya pada kompetisi knock-out (gugur) sebuah permainan yang imbang pada akhir saat mampu berlanjut ke perpanjangan saat (extra time), yang terdiri berasal dari dua periode 15 menit disertai sebuah jeda. Jika skor masih imbang sesudah perpanjangan saat terlalu mungkin pemakaian adu penalti (dikenal secara resmi di LOTG sebagai “tendangan-tendangan berasal dari sebuah titik penalti”) untuk menentukan tim pemenang yang bakal lolos ke step berikutnya berasal dari turnamen. Gol yang dicetak sepanjang perpanjangan saat dihitung pada skor akhir pertandingan, namun tendangan-tendangan berasal dari sebuah titik penalti yang cuma digunakan untuk menentukan tim yang maju ke babak sesudah itu berasal dari turnamen (dengan gol-gol yang dicetak dalam adu penalti tidak terhitung berasal dari skor akhir) Penerapan kontes adu penalti diberlakukan oleh IFAB sejak akhir dekade 1990

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *